DomaiNesia

Selasa, 06 Juli 2021

Bni Siapkan Modal Kerja Keras Hingga Rp 500 Juta Buat Pekerja Migran Ri

BNI
Foto: BNI

Jakarta -

PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI berkomitmen mempekerjakan purna pekerja migran Indonesia (PMI) wanita untuk bangkit, khususnya di tengah suasana pandemi COVID-19. BNI bahkan merencanakan modal kerja keras untuk purna PMI wanita dengan modal kerja keras hingga Rp 500 juta.

Wakil Direktur Utama BNI Adi Sulistyowati menyampaikan BNI selaku forum keuangan unggul hadir memamerkan pembiayaan terintegrasi lewat Kredit Usaha Rakyat (KUR) untuk srikandi purna PMI yang sudah membangun perekonomian dan menyumbang devisa bagi Indonesia.

Dalam webinar Srikandi Diaspora Lompat Lebih Tinggi bareng BNI Hong Kong di Jakarta, kemarin, Susi, sapaan akrabnya, menyampaikan sehabis mengikuti training dan pendampingan dari BNI, para purna PMI yang gres merintis kerja keras sanggup mengajukan pinjaman KUR Super Mikro, Mikro, dan KUR Kecil tanpa jaminan. Sementara bagi para purna PMI yang sudah memiliki kerja keras dan berlangsung dalam 6 bulan lamanya, sanggup mendapatkan modal kerja keras dari BNI dengan plafon hingga Rp500 juta.

"Plafon pinjaman Super Mikro hingga dengan Rp 10 juta, sedangkan Mikro di atas Rp 10-50 juta. Sementara KUR Kecil dengan plafon antara Rp 50-500 juta," tuturnya dalam pemberitahuan tertulis (5/7/2021).

Susi mengambarkan kriteria pengajuan KUR BNI bagi purna PMI sangatlah mudah, cukup dengan melampirkan bukti training atau pendampingan serta izin kerja keras dari kelurahan, dan identitas diri, apabila dinilai layak/eligible, maka pinjaman sanggup secepatnya diproses.

"Sebagai salah satu dari Srikandi BNI, aku berharap derma ini sanggup turut mengembangkan wanita Indonesia tergolong para PMI dan purna PMI. PMI dan purna PMI ialah sekumpulan wanita jago yang pantas disebut jagoan tidak cuma bagi keluarga melainkan juga untuk negara," ujar Susi.

"Srikandi BNI berkomitmen untuk menjadi 'support system' bagi sesama wanita Indonesia yang tetap melakukan pekerjaan dan berkarya di tengah pandemi COVID-19," imbuh Susi.

Pada peluang yang sama, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno mengungkapkan PMI/purna PMI bukan cuma penyumbang devisa bagi Indonesia, melainkan juga segmen kerja keras pencipta lapangan kerja bagi bangsa. Oleh karenanya, purna PMI diusulkan untuk bangun dan semangat dalam membaca peluang bisnis di kala pandemi, khususnya mendapatkan pelengkap modal kerja keras lewat BNI.

"Saya harap teman-teman PMI tetap bangun di momentum sulit. Kita bangun kerja keras mudah-mudahan kita menjadi usahawan yang bermanfaat. Together with BNI, we can do it," paparnya.


Menurut Sandiaga, PMI/purna PMI Hong Kong memiliki etos kerja yang tinggi, sehingga memiliki daya tahan di waktu-waktu sukar menyerupai krisis atau pandemi.

"Saya sanggup menyaksikan teman-teman PMI ini hebat etos kerja di sana, bagaimana banting tulang dari siang sampe malam. Saya juga dahulu pernah lewat krisis dan kena PHK, tetapi inilah titik balik saya," ujar Sandiaga.

Untuk diketahui, hingga Mei 2021, BNI sudah menyalurkan KUR PMI sebesar Rp12,77 miliar dengan penyaluran untuk PMI Hong Kong sebesar Rp 3,89 Miliar atau 30% dari total penyaluran. Selain pembiayaan, BNI juga mendorong para purna PMI untuk menjadi Agen46 sehingga sanggup memamerkan pelengkap penghasilan untuk mereka. Sementara bagi rekan-rekan yang masih aktif selaku PMI, sanggup mendapat penghasilan pelengkap dengan menjadi Agen Digital BNI.

Sementara itu, Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) mencatat sepanjang 2020 jumlah penempatan Pekerja Migran Indonesia (PMI) sebanyak 113.173 orang. Dilihat dari sisi jenis kelamin, penempatan jumlah PMI periode 2020 sebagian besar ialah wanita yang berisikan 90.500 wanita dan 22.673 yang lain ialah laki-laki.

Bni Siapkan Modal Kerja Keras Hingga Rp 500 Juta Buat Pekerja Migran Ri

Foto: BNI Jakarta - PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI berkomitmen mempekerjakan purna pekerja migran Indonesia (PMI) wanita...